Individualisme Tokoh Robinson Crusoe

Tulisan ini memuat penjelasan mengenai sikap individualis salah satu tokoh dalam novel robinson crusoe karya daniel dafoe pada peristiwa terasingkannya robinson crusoe di sebuah pulau terpencil.

Menurut kamus cambridge, individualism is the idea that freedom of thought and action for each person is the most important quality of a society, rather than shared effort and responsibility.

Sebuah analogi yang diberikan oleh adam smith mungkin bisa menjelaskan mengenai teori individualisme. Analoginya, jika suatu malam terjadi musibah banjir di Jakarta, anda yang berada di Bandung mungkin masih bisa tertidur lelap. Jika disisi lain, jika pada hari itu anda di vonis dokter bahwa anda memiliki penyakit kangker, mungkin anda semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan hal tersebut.

Teori dasar mengenai individualisme ini sangatlah sederhana bahwa manusia selalu melihat sesuatu dari kaca matanya sendiri berdasarkan kepentingan pribadi atau golongan. Seorang individualis akan melanjutkan percapaian dan kehendak pribadi. Mereka menentang intervensi dari masyarakat, negara dan setiap badan atau kelompok atas pilihan pribadi mereka. (http://id.wikipedia.org/wiki/Individualisme )

Individualisme pada dasarnya merupakan satu filsafat yang memiliki pandangan moral, politik atau sosial yang menekankan kemerdekaan manusia serta kepentingan bertanggung jawab dan kebebasan sendiri. Kebebasan demi kepentingan ini bisa dari aspek ekonomi, sosial, politik dan yang lainnya.

Individualisme ini sendiri terjadi dalam novel robinson crusoe, dalam hal ini saya membatasi pembahasan individualisme pada bagian dimana robinson crosoe terasingkan di sebuah pulau terpencil di wilayah Afrika.

Individualisme dalam ekonomi yang pertama terjadi saat robinson berusaha mencari dipuing-puing kapal dan berharap masih ada barang yang mungkin berguna untuk membuatnya bertahan hidup. Disana dia menemukan beberapa gunting, pisau, garpu, dan silet, serta menemukan uang.

i smiled to myself at the sight of this money : “ o drug! Said I aloud, “what art thou good for? Thou art not worth to me, i have no manner of use for thee” however, upon second thoughts i took it away.

Kutipan tersebut menceritakan bahwa ia tersenyum mengejek melihat uang, bahwa uang menjadi tak berharga disituasinya sekarang, tapi kemudian akhirnya ia mengambil uang itu juga dengan alasan mungkin suatu hari nanti saat ia bisa keluar dari pulau, ia bisa menggunakan uang tersebut. peristiwa ini yang kemudian menjadi individualisme dalam ekonomi dimana crusoe mementingkan kepentingannya sendiri.

I came home to my fortification, not feeling, as we say, but terrified to the last degree, looking behind me at every two or three steps, mistaking every bush and tree, and fancying every stump at a distance to be a man nor is it possible to describe how many various shapes my affrighted imaginations represented things to me in, how many wild ideas were found every moment in my fancy, and what strange, unaccountable whimsies came into my thoughts.

individualisme ini juga terjadi saat crusoe melihat jejak kaki. Saat ada jejak kaki crusoe malah merasa ketakutan bukannya merasa senang karena ada orang lain yang mungkin bisa menemani kesendiriannya. Ia malah berpikir bahwa itu adalah jejak kaki orang-orang kanibal bukan berpikir bahwa jejak kaki itu mungkin saja salah satu dari orang eropa yang mungkin bisa menyelamatkannya dan keluar dari pulau itu. Hal ini sebagai bukti bahwa ia termasuk individualis dimana ia melihat segala sesuatu berdasarkan kaca matanya yang cenderung tidak menerima intervensi dari orang lain. Hal tersebut juga membuktikan bahwa crusoe sudah merasa nyaman dengan kesendirian dan kebebasan yang dimilikinya.

Individualisme lainnya terjadi saat tokoh Friday muncul. Pada cerita ini, crusoe menyelamatkan Friday dari orang-orang kanibal, mungkin saja dia menyelamatkan karena dia ingin memanfaatkan Friday sebagai budaknya demi kepentingannya untuk keluar dari pulau. Nama Friday sendiri bukanlah nama asli dari orang yang diselamatkan crusoe, melainkan crusoe sendiri yang menamainya demikian karena Friday adalah hari dimana ia menyelamatkan orang tersebut. pemberian nama tersebut tidak memperdulikan apakah orang tersebut suka atau tidak, dan itu termasuk pada individualisme. Karena pada dasarnya memberi nama berarti memiliki, dan dalam hal ini crsoe memiliki Friday sebagai seorang pelayan atau budak.

Individualisme ekonomi lainnya yaitu saat crusoe mulai mengolah tanah. Disini tidak terlalu dijelaskan mengenai keindahan pulau melainkan menjelaskan tentang tahapan bagaiman crusoe mulai mengolah tanah. Ini berarti bahwa crusoe memiliki kepentingan yang cenderung mengeksploitasi yang kemudian hasil panennya di jual jika ia keluar pulau. Dan hal itu juga termasuk individualisme dalam aspek ekonomi.

The natural scene on the island appeals not for adoration, but for exploitation

I had everything so ready at my hand,’ he says, ‘that it was a great pleasure to me to see all my goods in such order, and especially to find my stock of all necessaries so great.”

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s