Analisis Simbol dalam Cerpen Chrysanthemums

The chryjohnsanthemums adalah salah satu cerpen dari John Steinback. Cerpen ini mempunyai 3 tokoh yaitu sepasang suami-istri, Henry dan Elisa Allen, dan seorang pengelana yang datang dari Kalifornia menuju Washington. Cerpen ini bersetting di sebuah peternakan dan perkebunan di Salinas Valley sekitar tahun 1930an.

John Steinbeck menggunakan Chrysanthemum sebagai suatu simbol dari diri Elisa dan diri setiap wanita di jaman tersebut. dalam kehidupan rumah tangga tentu kehadiran seorang anak adalah hal yang sangat dinanti-nantikan, begitu pula oleh Elisa. Menurut kami, chrysanthemum dijadikan simbol sebagai seorang anak yang selalu didambakan oleh Elisa. Alasannya karena John steinbeck menggambarkan tokoh elisa sebagai seorang yang telaten dalam merawat bunga chrysanthemums.criss

Makna simbol chrysanthemums yang pertama adalah seorang anak. Elisa merawat dan menjaga chrysanthemums dengan penuh cinta dan segenap jiwanya seolah tanaman tersebut adalah anaknya sendiri. Hal ini tersurat dari:

No aphids were there, no sowbugs or snails or cutworms. Her terrier fingers destroys such pests before they could get started.

Kutipan diatas menandakan bahwa elisa sangat protektif sekali terhadap chrysanthemum dan menjauhkan bunga tersebut dari gangguan hama bahkan sebelum hama itu menyerang dia sudah membasminya. Menurut kami tindakan ini juga sama dengan seorang ibu yang menjauhkan anaknya dari segala ancaman dan bahaya. Bukti lainnya adalah bahwa elisa sangat bangga dengan keahliannya dalam merawat bunga, seperti dalam kutipan:

In her tone and on her face there was a little smugness.

Dapat dipahami dari kutipan tersebut bahwa elisa merasa senang dan bangga dengan keahliannya merawat bunga dan menghasilkan bunga-bunga yang indah. Keahliaan tersebut juga menguatkan pernyataan bahwa bunga adalah simbol dari seorang anak. Sebenarnya Henry dan Elisa belum mempunyai anak karena henry impoten.

Makna simbol chrysanthemums yang kedua adalah kefeminiman dan sex. Chrysanthemums direpresentasikan sebagai diri elisa sebagai seorang wanita. Chrysanthemums sebagai representasi wanita bermakna bahwa elisa termarginalisasi dan subordinasi.

Marginalisasi adalah perasaan terpinggirkan. Hal ini juga dirasakan oleh tokoh elisa, ia merasa di marginalisasi di kehidupannya dengan wanita-wanita lain. Ia merasa di asingkan. Rumah yang mereka tinggali itu jauh dari rumah lain sehingga tidak memungkinkan bagi elisa untuk mengobrol dengan wanita lain. Itu yang membuatnya frustasi. Ia menginginkan kehidupan yang bebas dan melihat dunia luar yang menurutnya jauh menantang dibanding tinggal di perkebunan.

Subordinasi adalah perlakuan dinomorduakan oleh orang lain. Dalam hal subordinasi, elisa sebagai seorang wanita mendapat perlakuan yang dinomorduakan. Seperti halnya dalam kutipan :

It must be very nice. I wish women could do such things.” / “it ain’t the right kind of a life for a woman”.

“it would be a lonely life for a woman, ma’am and scarey life, too…”

Kutipan tersebut seprti menyiratkan bahwa wanita itu tidak bisa keluar dan jauh dari rumah. Laki-laki seperti henry dan pengelana itu beranggapan bahwa wanita pada jaman tersebut tiak boleh dan tidak akan mampu bertahan didunia luar. Ruang lingkup wanita hanya dirumah.

Pemberian chrysanthemum kepada pengelana untuk dibawa bersamanya kesetiap perjalanan menyimbolkan keinginan diri elisa untuk pergi melihat dunia luar. Awalnya memang pengelana itu menerima bunga pemberian elisa tapi kemudian ditengah jalan ia membuang bunga tersebut. hal tersebut juga menyiratkan bahwa keberadaan bunga hanyalah untuk memperindah dan menghias rumah bukan untuk menemani perjalanan.

Karena chrysanthemum menyiratkan diri elisea, berarti menolak bunga juga sama dengan menolak elisa. Menolak keinginan elisa untuk pergi melihat dunia luar. Ini berarti bahwa wanita dijaman tersebut dianggap sebagai hiasan rumah dan tak bernilai apapun di mata sosial. Bahwa peranan wanita hanya diwilayah domestik sebagai ibu rumah tangga atau sebagai seorang ibu yang mengurusi keluarga. Perlakuan itu yang tidak adil dimata wanita, mengapa laki-laki bisa dengan bebas keluar rumah dan pergi sedangkan wanita tidak. Ada pembedaan kelas antara wanita dan laki-laki, peranan wanita seolah dinomorduakan dan diabaikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s