Meaning Alteration of galau, kepo dan baper

 

“lagi galau niih..”, “iihh kepo deh!”, and “gitu aja bapeeerrr…” are statement that popular nowadays among teens. Galau, kepo and baper are include Bahasa Gaul or slang since it used by youth. Bahasa Gaul is very informal language that is usually spoken rather that written, used especially by particular group of people (Cambridge
Dictionary) which dominated by teens. The characteristic of this language is word play so between its sign and signifier deviate. (Sartini NiWayan, 2012 : 2). Deviation from trully meaning of Bahasa gaul  like galau, kepo and baper then is interesting to be discussed.

Galau that presently popular actually has change from its meaning. According to KBBI online, thegalau term Galau means got mixed up (mind); bergalau means chaotic of mind, and kegalauan means the situation where mind is mixed up. But in daily life, this meaning has change into something exaggerated and tends to negative thing. In life, there is nothing wrong with having chaotic minds. But teens use the term galau to indicate that having chaotic minds is wrong or negative. For example when person can not forget boyfriend or girlfriend, teens respon is “gitu aja galau.” When person confused to choose a choice, said galau by teens. Teens use the term galau when they are confused, worried and sad. “Gue lagi galau nih” is statement that usually spoke by teens in order to shows their confusion or sad. This usage of galau indicates that having chaotic minds is judge negative by teens. This means that the trully meaning of galau has change, from chaotic minds into confusion, worried and over sad.

Another word of Bahasa Gaul that has alter from its meaning is kepokepo. The etimology of this word has two versions. The first, says that kepo is derive from “kaypoh”. It is Hokkien Language that use by singapore people that means curious or wonder. (lelakibugis : 2015). And second, kepo is Knowing Every Particularly Object. (Kikywldr : 2015). Those two meaning actually has the same point which is curiousity. Kepo person is someone who has extra curious to any detail of someone or something.

At this time, when someone ask teens question in detail, they always say “iihh kepo deh!”. This respon indicates that having question especially in detail is totally wrong. Honestly, ask question in detail is wrong when it asked to new person. But if it asked to friends that we know long time, there is no wrong on it, it pricesely means we care of our friends. In fact, what is wrong with having detail question and curiousity? If there is no curiousity, there will be no invention. Alva Edison and Graham Bell if not curious in thing, they will not find and create lamp and telephone. This means that having curious and question is worthfull. This means that the usage of kepo has change from having curious into something negative.

baThe last Bahasa Gaul that has adjusment meaning is baper. The term baper is newly comes in Bahasa Gaul. Baper itself is abbreviation of bawa perasaan. Teens tend to short the form of language in order to ease the language usage and calmness (Sartini NiWayan, 2012 : 2). That is why raise the term baper in order to say it quicker and easier. this term is refer to someone who involve feeling in something or conversation seriously. Baper person considered as person who easily offended and very sensitive. “Gitu aja bappeeerr…” is statement is said as a respon of person who involve feeling on everything. Actually nowadays, teens usually missunderstanding the word baper. There is nothing wrong with having baper, we called human because we have reason and feeling. it means that we as human has sense of sensitiveness. But why today involving everything with feeling is indicated something wrong? There is miss perception of the trully meaning of baper with the reality in the usage from sense of sensitiveness into something negative.

The alteration meaning of galau, kepo and baper is happen because it used by teens. Those word of Bahasa Gaul is used by teens who still search of their self identity. Teens are very labil person who always follow other in order to find their self identity. They follow others without verify it, just follow. In this case, galau, kepo and baper is words that they use because other teens is use it. Those words become booming and popular because it use among teens which is very easy to follow other.

To conclude, alteration meaning of Bahasa gaul that use by teens are accepted and used it directly without having verify. Galau, Kepo and Baper are Bahasa Gaul that has alteration meaning.

 

References :

Kikywldr. (2015). Fenomena bahasa Remaja 2015. Available at https://kikywlndr.wordpress.com/2015/08/09/fenomena-bahasa-anak-remaja/. Accessed on 12 november 2015.

 

Lelakibugis. (2015). Jangan Baca! Kamu Bisa Kepo, Terus Baper lalu Galau. Available at http://lelakibugis.net/jangan-baca-kamu-bisa-kepo-terus-baper-lalu-galau/. Accessed on 10 November 2015

 

Sartini, NiWayan. (2012). Bahasa Pergaulan Remaja : Analisis Fonologi Generatif.

http://kbbi.web.id/galau

 

Iklan

Individualisme Tokoh Robinson Crusoe

Tulisan ini memuat penjelasan mengenai sikap individualis salah satu tokoh dalam novel robinson crusoe karya daniel dafoe pada peristiwa terasingkannya robinson crusoe di sebuah pulau terpencil.

Menurut kamus cambridge, individualism is the idea that freedom of thought and action for each person is the most important quality of a society, rather than shared effort and responsibility.

Sebuah analogi yang diberikan oleh adam smith mungkin bisa menjelaskan mengenai teori individualisme. Analoginya, jika suatu malam terjadi musibah banjir di Jakarta, anda yang berada di Bandung mungkin masih bisa tertidur lelap. Jika disisi lain, jika pada hari itu anda di vonis dokter bahwa anda memiliki penyakit kangker, mungkin anda semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan hal tersebut.

Teori dasar mengenai individualisme ini sangatlah sederhana bahwa manusia selalu melihat sesuatu dari kaca matanya sendiri berdasarkan kepentingan pribadi atau golongan. Seorang individualis akan melanjutkan percapaian dan kehendak pribadi. Mereka menentang intervensi dari masyarakat, negara dan setiap badan atau kelompok atas pilihan pribadi mereka. (http://id.wikipedia.org/wiki/Individualisme )

Individualisme pada dasarnya merupakan satu filsafat yang memiliki pandangan moral, politik atau sosial yang menekankan kemerdekaan manusia serta kepentingan bertanggung jawab dan kebebasan sendiri. Kebebasan demi kepentingan ini bisa dari aspek ekonomi, sosial, politik dan yang lainnya.

Individualisme ini sendiri terjadi dalam novel robinson crusoe, dalam hal ini saya membatasi pembahasan individualisme pada bagian dimana robinson crosoe terasingkan di sebuah pulau terpencil di wilayah Afrika.

Individualisme dalam ekonomi yang pertama terjadi saat robinson berusaha mencari dipuing-puing kapal dan berharap masih ada barang yang mungkin berguna untuk membuatnya bertahan hidup. Disana dia menemukan beberapa gunting, pisau, garpu, dan silet, serta menemukan uang.

i smiled to myself at the sight of this money : “ o drug! Said I aloud, “what art thou good for? Thou art not worth to me, i have no manner of use for thee” however, upon second thoughts i took it away.

Kutipan tersebut menceritakan bahwa ia tersenyum mengejek melihat uang, bahwa uang menjadi tak berharga disituasinya sekarang, tapi kemudian akhirnya ia mengambil uang itu juga dengan alasan mungkin suatu hari nanti saat ia bisa keluar dari pulau, ia bisa menggunakan uang tersebut. peristiwa ini yang kemudian menjadi individualisme dalam ekonomi dimana crusoe mementingkan kepentingannya sendiri.

I came home to my fortification, not feeling, as we say, but terrified to the last degree, looking behind me at every two or three steps, mistaking every bush and tree, and fancying every stump at a distance to be a man nor is it possible to describe how many various shapes my affrighted imaginations represented things to me in, how many wild ideas were found every moment in my fancy, and what strange, unaccountable whimsies came into my thoughts.

individualisme ini juga terjadi saat crusoe melihat jejak kaki. Saat ada jejak kaki crusoe malah merasa ketakutan bukannya merasa senang karena ada orang lain yang mungkin bisa menemani kesendiriannya. Ia malah berpikir bahwa itu adalah jejak kaki orang-orang kanibal bukan berpikir bahwa jejak kaki itu mungkin saja salah satu dari orang eropa yang mungkin bisa menyelamatkannya dan keluar dari pulau itu. Hal ini sebagai bukti bahwa ia termasuk individualis dimana ia melihat segala sesuatu berdasarkan kaca matanya yang cenderung tidak menerima intervensi dari orang lain. Hal tersebut juga membuktikan bahwa crusoe sudah merasa nyaman dengan kesendirian dan kebebasan yang dimilikinya.

Individualisme lainnya terjadi saat tokoh Friday muncul. Pada cerita ini, crusoe menyelamatkan Friday dari orang-orang kanibal, mungkin saja dia menyelamatkan karena dia ingin memanfaatkan Friday sebagai budaknya demi kepentingannya untuk keluar dari pulau. Nama Friday sendiri bukanlah nama asli dari orang yang diselamatkan crusoe, melainkan crusoe sendiri yang menamainya demikian karena Friday adalah hari dimana ia menyelamatkan orang tersebut. pemberian nama tersebut tidak memperdulikan apakah orang tersebut suka atau tidak, dan itu termasuk pada individualisme. Karena pada dasarnya memberi nama berarti memiliki, dan dalam hal ini crsoe memiliki Friday sebagai seorang pelayan atau budak.

Individualisme ekonomi lainnya yaitu saat crusoe mulai mengolah tanah. Disini tidak terlalu dijelaskan mengenai keindahan pulau melainkan menjelaskan tentang tahapan bagaiman crusoe mulai mengolah tanah. Ini berarti bahwa crusoe memiliki kepentingan yang cenderung mengeksploitasi yang kemudian hasil panennya di jual jika ia keluar pulau. Dan hal itu juga termasuk individualisme dalam aspek ekonomi.

The natural scene on the island appeals not for adoration, but for exploitation

I had everything so ready at my hand,’ he says, ‘that it was a great pleasure to me to see all my goods in such order, and especially to find my stock of all necessaries so great.”

 

Analisis Simbol dalam Cerpen Chrysanthemums

The chryjohnsanthemums adalah salah satu cerpen dari John Steinback. Cerpen ini mempunyai 3 tokoh yaitu sepasang suami-istri, Henry dan Elisa Allen, dan seorang pengelana yang datang dari Kalifornia menuju Washington. Cerpen ini bersetting di sebuah peternakan dan perkebunan di Salinas Valley sekitar tahun 1930an.

John Steinbeck menggunakan Chrysanthemum sebagai suatu simbol dari diri Elisa dan diri setiap wanita di jaman tersebut. dalam kehidupan rumah tangga tentu kehadiran seorang anak adalah hal yang sangat dinanti-nantikan, begitu pula oleh Elisa. Menurut kami, chrysanthemum dijadikan simbol sebagai seorang anak yang selalu didambakan oleh Elisa. Alasannya karena John steinbeck menggambarkan tokoh elisa sebagai seorang yang telaten dalam merawat bunga chrysanthemums.criss

Makna simbol chrysanthemums yang pertama adalah seorang anak. Elisa merawat dan menjaga chrysanthemums dengan penuh cinta dan segenap jiwanya seolah tanaman tersebut adalah anaknya sendiri. Hal ini tersurat dari:

No aphids were there, no sowbugs or snails or cutworms. Her terrier fingers destroys such pests before they could get started.

Kutipan diatas menandakan bahwa elisa sangat protektif sekali terhadap chrysanthemum dan menjauhkan bunga tersebut dari gangguan hama bahkan sebelum hama itu menyerang dia sudah membasminya. Menurut kami tindakan ini juga sama dengan seorang ibu yang menjauhkan anaknya dari segala ancaman dan bahaya. Bukti lainnya adalah bahwa elisa sangat bangga dengan keahliannya dalam merawat bunga, seperti dalam kutipan:

In her tone and on her face there was a little smugness.

Dapat dipahami dari kutipan tersebut bahwa elisa merasa senang dan bangga dengan keahliannya merawat bunga dan menghasilkan bunga-bunga yang indah. Keahliaan tersebut juga menguatkan pernyataan bahwa bunga adalah simbol dari seorang anak. Sebenarnya Henry dan Elisa belum mempunyai anak karena henry impoten.

Makna simbol chrysanthemums yang kedua adalah kefeminiman dan sex. Chrysanthemums direpresentasikan sebagai diri elisa sebagai seorang wanita. Chrysanthemums sebagai representasi wanita bermakna bahwa elisa termarginalisasi dan subordinasi.

Marginalisasi adalah perasaan terpinggirkan. Hal ini juga dirasakan oleh tokoh elisa, ia merasa di marginalisasi di kehidupannya dengan wanita-wanita lain. Ia merasa di asingkan. Rumah yang mereka tinggali itu jauh dari rumah lain sehingga tidak memungkinkan bagi elisa untuk mengobrol dengan wanita lain. Itu yang membuatnya frustasi. Ia menginginkan kehidupan yang bebas dan melihat dunia luar yang menurutnya jauh menantang dibanding tinggal di perkebunan.

Subordinasi adalah perlakuan dinomorduakan oleh orang lain. Dalam hal subordinasi, elisa sebagai seorang wanita mendapat perlakuan yang dinomorduakan. Seperti halnya dalam kutipan :

It must be very nice. I wish women could do such things.” / “it ain’t the right kind of a life for a woman”.

“it would be a lonely life for a woman, ma’am and scarey life, too…”

Kutipan tersebut seprti menyiratkan bahwa wanita itu tidak bisa keluar dan jauh dari rumah. Laki-laki seperti henry dan pengelana itu beranggapan bahwa wanita pada jaman tersebut tiak boleh dan tidak akan mampu bertahan didunia luar. Ruang lingkup wanita hanya dirumah.

Pemberian chrysanthemum kepada pengelana untuk dibawa bersamanya kesetiap perjalanan menyimbolkan keinginan diri elisa untuk pergi melihat dunia luar. Awalnya memang pengelana itu menerima bunga pemberian elisa tapi kemudian ditengah jalan ia membuang bunga tersebut. hal tersebut juga menyiratkan bahwa keberadaan bunga hanyalah untuk memperindah dan menghias rumah bukan untuk menemani perjalanan.

Karena chrysanthemum menyiratkan diri elisea, berarti menolak bunga juga sama dengan menolak elisa. Menolak keinginan elisa untuk pergi melihat dunia luar. Ini berarti bahwa wanita dijaman tersebut dianggap sebagai hiasan rumah dan tak bernilai apapun di mata sosial. Bahwa peranan wanita hanya diwilayah domestik sebagai ibu rumah tangga atau sebagai seorang ibu yang mengurusi keluarga. Perlakuan itu yang tidak adil dimata wanita, mengapa laki-laki bisa dengan bebas keluar rumah dan pergi sedangkan wanita tidak. Ada pembedaan kelas antara wanita dan laki-laki, peranan wanita seolah dinomorduakan dan diabaikan.